skip to main |
skip to left sidebar
skip to right sidebar
Sebuah intermezo cerita lain dari kota Nabi. Malam itu kami, saya dan teman sedang mengunjungi sebuah toko buku di pusat kota Madinah. Toko bukunya sama seperti gramedia yang ada di Indonesia. Pengunjungnya ramai, maklum saat itu start weekend malam kamis, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Semuanya sibuk untuk melihat etalase barang yang dipajang. Apakah itu. Yup nda salah lagi aneka smartphone, gadget dan tentu saja laptop yang paling banyak diminati.
Belum juga habis musim panas, namun semilir musim dingin Madinah sudah mulai sepoi-sepoi. Hampir sama dengan tahun lalu saat semuanya terasa enggan beranjak bahkan hingga kini tempatku berpijak. Masih sama. Hanya kulihat pohon-pohon tamar itu yang lebat beberapa bulan yang lalu dan kini ia mendahuluiku berganti menjadi hanya sebuah pohon yang gersang.Ia sudah menuntaskannya dengan caranya sendiri.
Sudah jam 7 malam waktu Madinah. Seharian ini ada kegelisahan yang menggelayut di hati. Ya, harap-harap cemas. Dan ia pun semakin cemas dan takikardia saat senja menjelang. Ditatapnya jam semakin mendekati waktu yang ia khawatirkan. Ia pun begerak menuju pintu kamarnya, dan memandangi koridor flatnya, Alhamdulillah tidak ada penampakan. Adzan magrib pun berkumandang, segera ia tunaikan, ia fokuskan diri dan mengenyahkan kekhawatiran itu.. Bismillah..
(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
Karena senyum membawa kita kepada keyakinan kepada ALLAH ada yang jauh lebih baik daripada itu,
Bangkitlah dengan melakukan hal-hal yang baik !
(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
Karena sangat banyak orang-orang yang lebih menderita .
Beryukurlah .
Betapa ALLAH sudah memberi banyak kenikmatan untuk kita dibandingkan yang lain .
Bersyukur dengan apa yang didepan mata !